DPRDManggarai Timur gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal penolakan masyarakat Manggarai Diaspora atas rencana penambangan batu gamping dan pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda. Pihak Manggarai Diaspora sendiri mengaku telah memetakan 6 indikasi karst aktif di lebih 150 titik di Utara Manggarai Timur. DPRD Manggarai Timur juga meminta Kementerian ESDM segera
Lihatfoto. Inisiator Aliansi Mahasiswa Manggarai Timur Makassar/Fto:Dokpri. Aliansi Mahasiswa Manggarai Timur (AMMATIR) - Makassar sukses menggelar kegiatan deklarasi yang bertempat di Benteng Somba Opu, Minggu (09/05/2021). Kegiatan deklarasi AMMATIR - Makassar dengan tema "Menyatukan ideologi dalam bingkai persatuan".
AgroecosystemProgram Manager dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) Renata Puji Sumedi Hanggarawati menambahkan, setelah menangkap berbagai jenis ikan dari laut, masyarakat NTT tidak memberi bumbu macam-macam. "Hanya dibakar saja sehingga rasa daging ikan laut yang manis bisa dinikmati. Itu karena ikannya segar dari laut.
Vay Tiền Nhanh. JAKARTA, KOMPAS — Cerita rakyat dari Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, dikemas dalam bentuk drama musikal oleh Institut Musik Daya Indonesia. Lagu-lagu daerah khas Nusa Tenggara Timur, seperti ”Ayam Hitam” dan ”Potong Bebek Angsa”, mewarnai pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu 13/7/2014.Legenda Pulau Komodo ini menceritakan seekor komodo yang dekat dengan penduduk sekitar. Usut punya usut, komodo ini ternyata kembaran dari manusia bernama Putri. Keduanya keluar dari rahim ibu yang sama. Pesan cerita ini, semestinya manusia dan hewan hidup berdampingan. Hewan mestinya dilindungi dan tak untuk Institut Musik Daya Indonesia, Kinarya GSP juga mempersembahkan tarian khas Nusa Tenggara Timur, diiringi Doris, tokoh masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Cerita rakyat yang dikemas dalam drama, musik, dan tari ini menyuguhkan budaya dan kearifan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang memesona.”Tadi itu namanya tari Paci, yang merupakan syukuran atas hasil panen. Pemukulan gong itu bermaksud informasi kepada masyarakat,” ujar menjelaskan penari perempuan yang mengenakan mahkota bali belo dan penari laki-laki dengan topi panggal tanduk sapi. ”Itu menceritakan kegembiraan atas kesuburan padi dan hasil alam di Manggarai, dekat dengan Pulau Komodo. Lalu topi panggal itu simbol untuk melindungi diri dari peperangan,” tutur Doris, ada cerita rakyat di Manggarai yang dipercaya sebagai kisah nyata. Legenda itu mengenai tiga kerajaan pada zaman dahulu yang ketiga rajanya memperebutkan seorang perempuan tercantik di Manggarai. Daripada terjadi pertumpahan darah, perempuan itu merelakan kulitnya menjadi bahan membuat kendang. ”Perempuan itu mengorbankan dirinya daripada jadi rebutan. Kendang itu masih ada sampai sekarang,” Renitasari Adrian, Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, kekayaan sastra Indonesia tidak hanya dilihat dari banyaknya buku dan karya sastra yang beredar. Beragam cerita rakyat dan legenda masyarakat juga berandil besar. ”Sayang masih banyak yang belum akrab di telinga masyarakat. Makanya harus terus dipopulerkan,” IMDI, Tjut Nyak Deviana Daudsjah, mengatakan, IMDI dengan beragam pertunjukan yang disuguhkan selama ini berkeinginan untuk mengembalikan pendidikan seni pertunjukan pada jalurnya. IMDI menawarkan pendidikan formal supaya seni pertunjukan bisa go international. Sudah saatnya seni pertunjukan menjadi sebuah kreativitas yang bernilai ekonomi.”Tujuan lain tentunya kami ingin meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia. Saya padukan ilmu dari Barat dan Timur. Saya yakin, seni pertunjukan itu produk kebudayaan yang bisa mendapatkan nilai ekonomi,” tutur menyuguhkan paket seni pertunjukan yang komplet, mulai pemain musik, penari, pemain drama, hingga petugas lampu dan manajer panggung. ”Kami mandiri semua. Satu paket. Jadi bisa dibilang kami dari lembaga formal yang sudah siap masuk ke industri seni pertunjukan,” ujar seni pertunjukan saat ini sudah bisa menjadi industri kreatif jika digarap puluhan tahun lalu. IVV Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Cerita rakyat Korea Matahari dan Bulan. Hiduplah seorang wanita yang memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Dia bekerja keras untuk menghidupi keduanya, selain sayang, dia juga menaruh harapan besar, agar kelak anaknya tidak seperti dirinya. Setelah pulang bekerja, dia melihat kue baras kesukaan anakknya, kemudian membeli beberapa untuk mereka, “Anak-anakku pasti lapar,” pikirnya. Setelah bembayar, dia bergegas pulang. Di perjalanan pulang, dia bertemu dengan harimau besar. “Berikan aku kue beras. Maka, aku tidak akan memakanmu,” gertak harimau. Wanita itu nampak pasrah, memberikan sepotong kue beras kepadanya. Tapi harimau masih mengikuti terus. Ketika kue itu sudah habis, “berikan lagi aku sepotong kue beras lagi,” gertaknya lagi. Dia pun memberi sepotong kue beras lagi. Baca juga Dongeng Lutung Kasarung Harimau itu terus memintanya, sampai akhirnya kue beras itu pun habis, karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, maka wanita itu pun dimakan. Niat jahat harimau tidak sampai di situ saja, dia mengenakan pakaian wanita tua itu, kemudian pergi menuju rumahnya. “Buka pintunya, sayang,” kata harimau. Ini memang jam Ibunya pulang, mereka bergegas untuk membuka pintu, tetapi Ibunya selalu berpesan, sebelum bembuka pintu biasankan untuk bertanya dahulu, “siapa itu, kamu bukan ibuku. Suaramu terlalu serak. Ibuku lembut suaranya, ”ucap saudara laki-lakinya. “Mungkin karena Ibu kedinginan di sini.” “Coba, tunjukkan tanganmu,” pintanya untuk memastikan. Harimau itu pun menunjukkan tangannya. “Tangan Ibuku tidak berbulu dan hitam seperti itu,” jelasnya. Harimau mencari akal, kemudian dia melihat ada tepung di kernjang belanjaan yang dia bawa. Karena tangannya sudah berubah putih, akhirnya dia dipersilahkan masuk. Setelah pintu dibuka, Harimau memasuki rumah, “Ibu akan membuat makan malam, kalian tunggu di sini.” Mereka melihat ada yang aneh, yaitu ekor yang terliah di bagian belakang badannya. “Itu bukan Ibu. Itu harimau,” kata kakak laki-lakinya. “Apa yang harus kita lakukan?” Adik perempuannya bingung. “Kita harus lari dari sini.” Mereka berlari keluar dan memanjat pohon di dekat sumur. Harimau mencari mereka di sana-sini. Kemudian, dia melihat wajah anak-anak terefleksi pada air di dalam sumur. “Oh, kamu ada di dalam sumur. Aku akan mengambilmu dengan mangkuk ini,” kata harimau itu. Harimau yang bodoh itu ditertawakan. “Oh, kamu ada di pohon.” Harimau mencoba memanjat pohon. Tetapi dia tidak bisa melakukannya. “Bagaimana kamu memanjat pohon itu?” Harimau bertanya. “Kami menggunakan minyak,” mereka membohongi harimau agar tidak bisa memanjat pohon. Harimau itu menggosok beberapa minyak di tangannya. Dan dia mencoba memanjat pohon itu. Tapi apa yang dia lakukan sia-sia, ya bagaimana bisa naik, kan minyak membuat pohon itu menjadi licin. Mereka menertawai harimau yang tidak bisa memanjat, tanpa sadar mereka menjelaskan bagaimana caranya memanjat pohon, “Kamu bisa menggunakan kapak.” ucap adik perempuannya. Harimau mengambil kapak dan membuat sayatan-sayatan kecil pada batang pohon. Lalu, dia pun bisa memanjatnya. Baca juga Ringkasan Cerita Cindelaras Mereka tambah ketakukan dan berdoa kepada Tuhan. “Jika Tuhan ingin kami hidup, tolong berikan tali,” itu doa anak-anak itu sambil menengadah ke atas. Tidak lama, jatuh lah seutas tali dari langit. Mereka memegangnya dan naik ke langit. Harimau yang tidak bisa menangkap mereka, dia pun berdoa kepada Tuhan. “Jika Tuhan ingin aku menangkap mereka, tolong berikan tali.” Tali yang sama pun turun dari langit, Harimau memegangnya dan ikut memanjat juga, Tapi sayang, talinya yang digunakannya tiba-tiba putus dan dia pun jatuh. Anak-anak yang naik ke langit itu berubah menjadi bulan dan yang satunya lagi menjadi matahari. Baca juga Legenda Batu Menangis Itulah cerita rakyat Korea Matahari dan Bulan yang terkenal, kisah cinta singkat Ibu kepada anaknya yang dihancurkan seekor harimau. Cerita rakyat Korea ini dikutip dari asianfolktales
Buku Budaya dan Ragam Cerita Rakyat Manggarai Timur memerikan secara ringkas kebermaknaan kebudayaan sebagai jendela dunia masyarakat Manggarai Timur, sebagaimana tercermin dalam tujuh puluh empat teks cerita rakyat yang terinventarisasi berdasarkan judul dan isi cerita dalam dua bahasa bahasa lokal dan bahasa Indonesia. Cerita rakyat tersebut diwadahi dalam enam bahasa lokal yang hidup berdampingan di wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Keenam bahasa lokal dimaksud adalah bahasa Manggarai, bahasa Manus, bahasa Kolor atau Mbaen, bahasa Rongga, bahasa Rajong, dan bahasa Kepo. Selain itu, cerita rakyat Manggarai Timur itu terklasifikasi menjadi tiga tipe yang meliputi mitos, legenda, dan yang sarat dengan nilai kearifan lokal ini merupakan bagian dari penelitian Optimalisasi Potensi Tradisi Lisan untuk Menciptakan Sumber Belajar bagi Para Siswa di Manggarai Timur pada tahun ke-1 dari dua tahun pelaksanaan 2022 dan 2023 yang dibiayai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Tim pelaksana penelitian adalah tim dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia dengan komposisi Ni Wayan Sumitri sebagai ketua tim serta Ni Wayan Widiastuti dan Ni Wayan Sudarti sebagai cerita yang tersaji dalam buku berisi empat bab ini penuh dengan muatan nilai etika moral yang diharapkan bisa mengisi kekosongan sumber belajar bagi para siswa di Manggarai Timur dalam upaya menunjang pembelajaran pendidikan karakter bangsa berbasis bahasa dan budaya lokal Manggarai Timur. Bersamaan dengan itu, diharapkan pula agar buku yang mendokumentasikan budaya dan ragam cerita rakyat Manggarai Timur ini juga bermanfaat bagi pihak di luar masyarakat Manggarai Timur untuk mengenal cerita rakyat Nusantara karena mekanisme penyajian teks cerita disertai dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Info Buku ISBN 978-623-321-197-0 Dimensi x 21 cm Jenis Cover Soft Cover Jenis Kertas Bookpaper Berat 300 gram Jumlah Halaman xii + 290 hlm Tahun Terbit 2022 Penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia
cerita rakyat manggarai timur